pisces own the sea

An e-diary: I tell people thru pictures and words.

Category: What Kind of Lyric Hits Me on The Face

Red

Loving him is like trying to change your mind once you’re already flying through the free fall. Like the colors in autumn, so bright just before they lose it all. Losing him was blue like I’d never known. Missing him was dark grey all alone. Forgetting him was like trying to know somebody you never met

But loving him was red,
touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you..

Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite song. Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there’s no right answer. Regretting him was like wishing you never found out that love could be that strong. Losing him was blue like I’d never known. Missing him was dark grey all alone. Forgetting him was like trying to know somebody you never met

But loving him was red,

Remembering him comes in flashbacks and echoes. Tell myself it’s time now, gotta let go. But moving on from him is impossible. When I still see it all in my head.

Red, Taylor Swift.

image1 (5)It was a happy day on the beach. Sunset and also you beside me. Now I am trying to get back this smile again.

Advertisements

When you love someone

When you love someone

Just be brave to say that you want her to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true

 

When you love someone, Endah N Rhesa

Say Something

Aku pernah benar-benar hampir beranjak pergi, tapi aku menoleh lagi, lalu akhirnya kembali. Sesuatu telah menggerakan hati dan seluruh kontrolku. Padahal aku sadar bahwa hatimu tak bergerak untukku.

Aku merasa pijakanku masih kuat untuk menopang diri dan segala yang akan kuhadapi nanti. Karang ini masih sanggup bertahan kokoh meski di terjang ombak keras sekalipun. Rasa ini masih kuat untukmu. Aku adalah karang yang bertahan itu. Dan hati yang keras seumpa karang, adalah milikmu.

Aku pernah benar-benar merasa sakit lalu ingin segera berkemas dan pergi. Dalam hati aku berharap banyak, ada kamu yang menahanku. Membuatku bertahan. Sekedar menunjukan tak ingin aku pergi. Namun itu adalah sudut sempit nan gelap dalam rongga hatimu, yang tak tersentuh oleh alam sadarmu.

Ada aku, yang selalu kembali untuk memberimu berkali-kali kesempatan.  Lalu kau cerai-beraikan.

Adapula kamu, dalam usia dan hari yang tak ingin terkekang dalam balutan larangan. Lalu aku yang berkorban demi keserakahanmu.

Aku menyerah.

Aku bilang, aku menyerah.

Say something, I’m giving up on you

I’ll be the one, if you want me to

Anywhere I would’ve followed you

Say something, I’m giving up on you

All of Me

‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all of you

Ia tau segalanya tentang kehidupanku. Seluk-beluknya. Aku menceritakan segalanya, sampai kepada hal-hal yang tidak penting sekalipun. Hal-hal yang aku rasa ia butuh mengetahuinya namun sebenarnya ia tidak membutuhkannya. Aku tau, tapi aku senang melakukannya. Aku menyerahkan semuanya. Memberinya segalanya. Hingga aku merasa, aku tidak bisa memberinya apa-apa lagi untuk membuatnya bertahan nanti. Seorang laki-laki biasa, berperan sangat banyak untukku. Kadang aku melihatnya seperti seorang teman untuk berbagi cerita bahkan bergosip. Ia mampu berlagak seperti seorang teman sebaya, bermain, dan melakukan hal kekanak-kanakan denganku. Aku pun dapat bersandar padanya ketika dunia sedang tidak berpihak padaku, mendengarkan petuah-petuah dan nasihatnya seperti seorang kakak kepada adiknya. Aku dapat merengkuh badannya dan ia akan membalasku, memberikan rasa aman dan nyaman. Pelukan hangat yang selalu membuatku rindu kala malam itu menua. Pelukan yang terasa seperti sebuah rumah. Pelukan yang mampu membungkam segala rasa sakit dan membuatku bersedia untuk bertahan selamanya disana. Walaupun aku akan sakit karena tetap tinggal, namun aku merasa lebih baik sakit di dalam sana.

Ya, aku tau. Aku terlalu berlebihan. Sudah sangat terlambat untuk mencegahnya. Aku terlanjur jatuh dan tersungkur. Aku sendiri, tidak benar-benar berusaha untuk menyelamatkan diriku. Aku menemukan rumahku, di pelukannya.

All I Want

  • D: Walaupun saya memohon jangan pergi, kamu akan tetap pergi bersamanya?
  • R: Iya. Tidak berpengaruh apakah kamu setuju ataupun tidak. Terserah kamu bakalan bisa mengerti atau tidak. Saya tetap pergi. Kamu sudah tau kan, kalau saya begitu kagum dengannya? Tapi saya tidak akan meninggalkanmu. Kamu adalah wanita terbaik yang pernah saya miliki.
  • D: Kamu sudah tau kan, menjadi saya sangat berat dan sakit?
  • R: Saya nggak akan memaksamu. Terserah nanti kamu akan pergi meninggalkan saya setelah saya jalan dengannya.
  • D: Oh, jadi begitu. Kamu tetap bersikeras. Walaupun kamu kehilangan orang yang kamu bilang terbaik ini, demi wanita tipemu itu.

When you said your last goodbye
I died a little bit inside, I lay in tears in bed all night

But If you loved me, Why’d you leave me?
Take my body
Take my body
All I want is, and all I need is
To find somebody
I’ll find somebody like you

Let Her Go

Well, you only need the light when it’s burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missin’ home
Only know you love her when you let her go

Will you let her go?

We Can’t Stop (Vintage 1950’s Cover) & Quotes

“Whatever you do, good or bad, people will always have something negative to say.” ― W.H. Auden

Yap, selalu ada orang yang nggak suka sama apa yang kita katakan atau apa yang kita lakukan. Selalu ada omongan yang dapat mereka umbar tentang apa aja, hal yang jelas-jelas biasa aja bahkan niat baik pun selalu mendapat omongan negatif, apalagi yang jelas-jelas buruk. Manusia beragam, jelas pendapat mereka akan suatu hal berbeda pula. Nggak hanya dalam rapat musyawarah aja kita harus menghargai pendapat orang lain, dalam kehidupan sehari-hari pun kita harus bisa menghargai pendapat orang lain. Entah pendapat tentang ekonomi, politik, bangsa, keluarga, pergaulan, percintaan, bahkan pendapat mereka tentang dirimu. Hanya dengan 2 cara menghargai pendapat-pendapat tersebut; mengambil ilmu dan kebaikan dari pendapat tersebut atau tertawa lalu melupakannya tanpa berkomentar pedas. Yah, walaupun sangat sakit rasanya mengetahui orang lain beranggapan buruk tentang kita.

Aku pun pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bahan omongan negatif oleh beberapa orang. Kesal sih, sempat berpikir mau berkomentar, namun urung. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pun terasa sangat salah. Buang-buang tenaga, karena akan (kembali) selalu ada orang-orang yang berpikirin buruk tentang dirimu. “You can’t control what people think about you.” Yes?

Doing whatever we want. This is our house. This is our rules.

Lakukan apa yang menurut kita benar, karena ‘kacamata pandang’ setiap orang berbeda-beda, begitu juga dengan kamu dan aku sendiri. Junjunglah tinggi budaya menghargai pendapat orang lain, bukan hanya di meja musyawarah saja.

Remember only God can judge ya. Forget the haters ’cause somebody loves ya.

Hahahaha. Ini yang paling penting. Bersyukurlah, di dunia ini nggak semuanya adalah orang jahat dan orang-orang yang berpikiran negatif, selalu ada orang baik. Untuk meminimalisir pikiran buruk orang-orang tersebut dan judge, keep your drama to yourself, your closest friends, or your boy/girlfriend. Yaaah, intinya orang-orang yang dapat kamu percayai. Karena nggak semua orang bisa ngerti dan mau ngertiin masalah ataupun keadaan kamu.

(This post I wrote based on quote by @aMrazing’s tweets)
– d

Full moon, kotaku dan kotamu.

Full moon, Bandung.

Full moon, here – Mataram.

Full moon – Sunday, September 30. we shared our own fullmoon pictures from each city we are in.

LDR itu… membuat kita jadi makin sering berekspetasi. yang tadinya hanya sesekali, tapi sekarang jadi keseringan. itu yang aku alami selama LDR ini berlangsung.

kadang, ekspetasi yang aku lakukan sering berlebihan. sampai-sampai aku merasa dia ada disebelahku dan aku mengajaknya mengobrol seperti yang kita lakukan biasanya. pada nyatanya, aku hanya berbicara sendiri. dan aku tertawa menyadari keadaanku itu. Rasanya tak sabar sekali menunggu kepulanganmu tiba, aku rindu tau.

With you is where I’d rather be

But we’re stuck where we are

And it’s so hard,you’re so far

This long distance is killing me

I wish that you were here with me

…….

But we’re stuck where we are

And it’s so hard,you’re so far

This long distance is killing me

(Bruno Mars – Long Distance)