pisces own the sea

An e-diary: I tell people thru pictures and words.

Category: Videos

Say Something

Aku pernah benar-benar hampir beranjak pergi, tapi aku menoleh lagi, lalu akhirnya kembali. Sesuatu telah menggerakan hati dan seluruh kontrolku. Padahal aku sadar bahwa hatimu tak bergerak untukku.

Aku merasa pijakanku masih kuat untuk menopang diri dan segala yang akan kuhadapi nanti. Karang ini masih sanggup bertahan kokoh meski di terjang ombak keras sekalipun. Rasa ini masih kuat untukmu. Aku adalah karang yang bertahan itu. Dan hati yang keras seumpa karang, adalah milikmu.

Aku pernah benar-benar merasa sakit lalu ingin segera berkemas dan pergi. Dalam hati aku berharap banyak, ada kamu yang menahanku. Membuatku bertahan. Sekedar menunjukan tak ingin aku pergi. Namun itu adalah sudut sempit nan gelap dalam rongga hatimu, yang tak tersentuh oleh alam sadarmu.

Ada aku, yang selalu kembali untuk memberimu berkali-kali kesempatan.  Lalu kau cerai-beraikan.

Adapula kamu, dalam usia dan hari yang tak ingin terkekang dalam balutan larangan. Lalu aku yang berkorban demi keserakahanmu.

Aku menyerah.

Aku bilang, aku menyerah.

Say something, I’m giving up on you

I’ll be the one, if you want me to

Anywhere I would’ve followed you

Say something, I’m giving up on you

Advertisements

All of Me

‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all of you

Ia tau segalanya tentang kehidupanku. Seluk-beluknya. Aku menceritakan segalanya, sampai kepada hal-hal yang tidak penting sekalipun. Hal-hal yang aku rasa ia butuh mengetahuinya namun sebenarnya ia tidak membutuhkannya. Aku tau, tapi aku senang melakukannya. Aku menyerahkan semuanya. Memberinya segalanya. Hingga aku merasa, aku tidak bisa memberinya apa-apa lagi untuk membuatnya bertahan nanti. Seorang laki-laki biasa, berperan sangat banyak untukku. Kadang aku melihatnya seperti seorang teman untuk berbagi cerita bahkan bergosip. Ia mampu berlagak seperti seorang teman sebaya, bermain, dan melakukan hal kekanak-kanakan denganku. Aku pun dapat bersandar padanya ketika dunia sedang tidak berpihak padaku, mendengarkan petuah-petuah dan nasihatnya seperti seorang kakak kepada adiknya. Aku dapat merengkuh badannya dan ia akan membalasku, memberikan rasa aman dan nyaman. Pelukan hangat yang selalu membuatku rindu kala malam itu menua. Pelukan yang terasa seperti sebuah rumah. Pelukan yang mampu membungkam segala rasa sakit dan membuatku bersedia untuk bertahan selamanya disana. Walaupun aku akan sakit karena tetap tinggal, namun aku merasa lebih baik sakit di dalam sana.

Ya, aku tau. Aku terlalu berlebihan. Sudah sangat terlambat untuk mencegahnya. Aku terlanjur jatuh dan tersungkur. Aku sendiri, tidak benar-benar berusaha untuk menyelamatkan diriku. Aku menemukan rumahku, di pelukannya.

Let Her Go

Well, you only need the light when it’s burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missin’ home
Only know you love her when you let her go

Will you let her go?

Rabu, 5 Februari.

tak pernah aku niati untuk melukaimu
atau meninggalkan dirimu
sesal ku selalu bila tak sengaja
aku buat kau menangis
memiliki, mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal
sungguh matiku, hidupku ‘kan selalu membutuhkan… kamu.

————————————————————————————————

Apa yang lebih manis dan romantis dari, “He sings Tompi’s song nicely with sound false while his eyes looking at you warmly and they show that he really mean it.”?

Dan apa yang lebih pahit dan sakit dari, “He just sings Tompi’s song, nothing more. But you already flied.”?

You & I

“Tell me the story about how the sun loved the moon so much?”

I see what it’s like.
I see what it’s like for day and night.
Never together
‘Cause they see things in a different light
Like us.
But they never tried
Like us.

“He died every night to let her breath..”

Without you

Creep

~~oOo~~

When you were here before
Couldn’t look you in the eye
You’re just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful whirl
I wish I was special
You’re so very special

But I’m a creep
I’m a weirdo
What the hell am I doing here?
I don’t belong here

~~oOo~~

We Can’t Stop (Vintage 1950’s Cover) & Quotes

“Whatever you do, good or bad, people will always have something negative to say.” ― W.H. Auden

Yap, selalu ada orang yang nggak suka sama apa yang kita katakan atau apa yang kita lakukan. Selalu ada omongan yang dapat mereka umbar tentang apa aja, hal yang jelas-jelas biasa aja bahkan niat baik pun selalu mendapat omongan negatif, apalagi yang jelas-jelas buruk. Manusia beragam, jelas pendapat mereka akan suatu hal berbeda pula. Nggak hanya dalam rapat musyawarah aja kita harus menghargai pendapat orang lain, dalam kehidupan sehari-hari pun kita harus bisa menghargai pendapat orang lain. Entah pendapat tentang ekonomi, politik, bangsa, keluarga, pergaulan, percintaan, bahkan pendapat mereka tentang dirimu. Hanya dengan 2 cara menghargai pendapat-pendapat tersebut; mengambil ilmu dan kebaikan dari pendapat tersebut atau tertawa lalu melupakannya tanpa berkomentar pedas. Yah, walaupun sangat sakit rasanya mengetahui orang lain beranggapan buruk tentang kita.

Aku pun pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bahan omongan negatif oleh beberapa orang. Kesal sih, sempat berpikir mau berkomentar, namun urung. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pun terasa sangat salah. Buang-buang tenaga, karena akan (kembali) selalu ada orang-orang yang berpikirin buruk tentang dirimu. “You can’t control what people think about you.” Yes?

Doing whatever we want. This is our house. This is our rules.

Lakukan apa yang menurut kita benar, karena ‘kacamata pandang’ setiap orang berbeda-beda, begitu juga dengan kamu dan aku sendiri. Junjunglah tinggi budaya menghargai pendapat orang lain, bukan hanya di meja musyawarah saja.

Remember only God can judge ya. Forget the haters ’cause somebody loves ya.

Hahahaha. Ini yang paling penting. Bersyukurlah, di dunia ini nggak semuanya adalah orang jahat dan orang-orang yang berpikiran negatif, selalu ada orang baik. Untuk meminimalisir pikiran buruk orang-orang tersebut dan judge, keep your drama to yourself, your closest friends, or your boy/girlfriend. Yaaah, intinya orang-orang yang dapat kamu percayai. Karena nggak semua orang bisa ngerti dan mau ngertiin masalah ataupun keadaan kamu.

(This post I wrote based on quote by @aMrazing’s tweets)
– d