Pergi

by diatami

Jika kamu memang berkeputusan untuk tidak bertahan, silahkan. Jika kamu akhirnya memilih untuk pergi, silahkan. Aku tidak akan berusaha untuk mencegah ataupun melarangmu, karna memaksa seseorang untuk tetap tinggal yang dalam hatinya sudah tidak ada aku disana adalah sebuah kesia-siaan, itu sama saja membiarkan bilah pisau pelan-pelan menusuk lalu merobek badanku.

Sama dengan,

mati pelan-pelan.

Kita berada di ujung tanduk sebuah perpisahan, yang manakala jika kamu tengok, disana ada jalan menuju kembali padaku. Jika kamu menengok berlawanan arah, kamu menemukan jalan untuk pergi–terbebas. Jika kamu akhirnya memilih untuk pergi, aku mohon jangan pernah kembali. Kamu tahu? Datang lalu pergi dari kehidupan seseorang tak sesepele pemikiranmu. Mengapa? Karena kamu telah meninggalkan hati yang berharap banyak padamu dan semena-mena kembali sebab kamu berpikir bahwa kamu belum siap untuk kehilangan.

Ketika kamu sudah siap untuk kehilangan, apa kamu ingat dengan seseorang yang tidak pernah siap kehilanganmu?

 “Let them. Let them go. No matter how much you want to keep them, you can’t hold back someone who’s feelings aren’t the same anymore. Because in the end, you’ll just get hurt when you realize you were the only one fighting.”

Trust me, it hurts.

Advertisements