by diatami

Ada saat dimana kamu lebih memilih tidak mau tahu, asal kamu bisa bahagia. Daripada mencari tahu lalu sakit hati.

Itulah yang sedang aku lakukan saat ini. Berbahagia dalam dunia yang aku sandiwarakan sendiri. Aku sudah pernah melewati saat-saat dimana kenyataan menghancurkan harapanku. Aku memiliki saat, dimana aku gemar mencari-cari kebenaran dalam kenyataan. Membiarkan kenyataan menelan lalu melumatku habis. Aku bagai senjata makan tuan, senjata yang aku gunakan malah menyerangku balik. Kenyataan adalah senjataku, aku berpikir bahwa dengan mengetahui kenyataan adalah jalan terbaik untukku. Namun kenyataan yang aku dapat begitu pelik untuk aku terima, begitu jauh dari pemikiranku selama ini bahkan terlalu jauh untuk sekedar angan-angan saja. Aku begitu yakin dengan pemikiranku, bahwa ia pasti tidak seperti itu. Seyakinnya aku, sampai membuat rasa sakitnya seperti benar-benar nyata menusuk tubuhku.

Aku melihat sisi lain, sebuah pilihan lain di samping mencari tahu kenyataan, yaitu tidak mau tahu. Tidak mau tahu berarti tidak ingin mencari-cari kebenaran, tak ingin mengorek-orek informasi teraktual. Aku bisa membuat duniaku sendiri, membuat keadaan menjadi baik-baik saja seolah tak pernah terjadi masalah. Dengan cara bagaimana? Membangun pemikiran yang positif; bahwa ia tidak pernah dengan wanita lain, bahwa ia menerimaku apa adanya, bagaimana aku, bagaimana potongan rambutku panjang maupun pendek, bahwa kami sangat bahagia. Aku tak perlu mendengar kenyataan lagi. Aku tak perlu mencari tahu untuk sakit hati kembali. Aku memilih jalan ini untuk sekarang. Aku menikmatinya. Ia pun merasa nyaman. Kami merasa inilah yang terbaik. Walaupun pada kenyataannya yang aku lakukan tak benar malah akan membuatku semakin sakit nantinya, tapi kurasa inilah yang kubutuhkan; untuk merasa baik-baik saja.

Advertisements