412 of (500)

by diatami

Kata mereka, firasat adalah kata hati yang terlupa. Kata mereka pula, firasat adalah cara alam memberitahu kita akan sesuatu di masa depan. Firasat tidak menjadikan kita lebih pandai daripada yang lain. Sering kali firasat justru menjadi siksa (Rectoverso).

Aku mungkin sudah beribu-ribu kali meminta pikiranku untuk berhenti memberiku banyak hal untuk berpikir tentang kemungkinan yang dapat terjadi terhadap jarak. Terutama kemungkinan terburuk. Jarak membuatku gusar dan khawatir bagaimana kabarmu disana. Apa yang kamu lakukan? Pergi kemana? Bersama siapa? Yang aku paling takutkan adalah pertanyaan terakhir. Pertanyaan yang seperti teror bagiku dikala situasimu saat itu memang wajar dikelilingi banyak orang baru, terutama perempuan. Becandaanmu tentang hal itu bukan hal yang lucu buatku, yang ada aku makin khawatir dan pikiranku semakin menjadi-jadi. Aku ingin dibuat aman dan tenang, aku butuh kalimat magismu.
Ini mungkin adalah awal aku menjadi protektif terhadapmu. Mungkin ini awal aku menjadi pacar yang cemburuan. Mungkin pula adalah awal aku akan membuatmu semakin risih dengan sikapku. Tidak ada yang salah kurasa, karena ini sesuatu yang wajar dirasakan oleh seorang pacar yang menyayangimu dan tidak ingin posisinya dilengserkan oleh orang lain yang hidup lebih dekat denganmu.

Karena yang disana tidak akan pernah cukup seperti yang disini.  Yang setia akan kalah dengan yang sedia. Dan pada akhirnya, yang teristimewa akan terkalahkan dengan yang selalu ada.

Advertisements