382 of (500)

by diatami

5513614583927 September 2013 // Kencan terakhir sebelum akhirnya kamu harus balik ke perantauan diseberang sana. Kencan di pantai dan lagi-lagi, sampai matahari terbenam.

Empat puluh dua hari; sebulan lebih sebelas hari. Terimakasih untuk waktu yang sudah banyak kamu luangkan. Dan maaf untuk waktu yang jarang aku luangkan untukmu, banyak hal yang membuat keadaannya seperti ini, ya, kamu tahu kita sudah membahas hal ini sebelumnya. Semoga kamu menerima dan melupakannya, sehingga tidak ada pembahasan masa lalu diantara kita lagi. Hari-hari berlalu sangat cepat ketika kita menikmatinya. Besok adalah hari keberangkatanmu. Sementara yang kuinginkan adalah mengulang awal pertama kedatanganmu. Kembali dekat tanpa terpisahkan jarak diantara raga. Lalu aku dapat memelukmu secara nyata. Atau hanya sekedar menyentuh, memegang, dan mengenggam tanganmu. Bermain di pantai lebih jauh lagi. Mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat kita datangi berdua. Aku hanya ingin tidak terpisahkan jarak. Sehingga aku dengan leluasa memilikimu tanpa merasa khawatir. Entahlah, aku merasa sangat khawatir jika berjauhan sekarang. Merelakanmu pergi adalah hal tersulit. Berusaha keras menjauhi pikiran buruk tentang hubungan kita membuatku sedikit depresi, karena aku tetap saja memikirkannya. Aku merasa tidak yakin dengan perpisahan kali ini. Aku memikirkan hal buruk dan pula hal terburuknya. Aku tahu itu hanyalah pikiran nakal, bertarung dengan pemikiran sendiri adalah hal yang biasa kulakukan namun kali ini terasa lebih nyata.

Aku mungkin akan menghadapi masalah yang pelik dan kapan saja bisa berakhir dengan perpisahan, lalu aku akan ditinggalkan seperti kisah-kisah serupa, pikirku.

Advertisements