244 of (500)

by diatami

“Mengapa kamu menyukaiku? Mengapa kamu menyayangiku?”

Setidaknya ada 3 dari 5 wanita sering menanyakan hal ini kepada kekasihnya, tidak luput juga aku sendiri. Aku pun sering menanyakan hal ini, sampai berulang kali. Aku merasa pertanyaan ini sangat penting untuk dijawab, terlebih saat keadaan terasa benar-benar salah. Saat aku merasa apa yang aku lakukan tidak pernah benar dan hanya membuat kekacauan, namun (betapa syukurnya) aku tidak pernah ditinggalkan. Aku masih memiliki orang yang sama dengan setahun yang lalu dan kamu tetap bertahan ketika kurasa tak perlu lagi mempertahankan aku. Hal tersebut memunculkan pertanyaan besar dalam benakku; mengapa tetap bertahan? mengapa kamu menyayangiku? Dan aku membutuhkan jawaban yang jelas, panjang lebar, sehingga memuaskanku. Aku tidak tahu dalam bentuk seperti apa, tapi yang ingin kudengar adalah jawaban yang memujiku. Iya, memuji. Wanita selalu haus akan pujian. Mereka suka diberi pujian oleh para lelaki. Jalur ampuh menembus hati wanita adalah lewat telinganya, sehingga pujian dan kata-kata romantis dari lawan jenis adalah kuncinya.

“Mengapa kamu menyanyangiku?”

“Nggak tau.”

Tapi sayangnya, jawaban yang aku terima tidak selamanya romantis dan seperti apa yang kuharapkan. Haruskah aku kecewa atau berbahagia?

Advertisements