Kenapa kamu memilih keputusan ini?

by diatami

Ini termasuk keputusan sulit. Aku banyak curhat dengan temen-temenku untuk mendapatkan masukan. Tapi tidak semuanya kuceritakan. Beberapa aku menyimpannya dalam hati, hanya untukku seorang. Dan satu hal yang kusembunyikan.

Aku masih sayang padanya.

Aku dulu berkata ‘bosan dengannya’, tapi ketika aku melihat wajahnya lagi. Yang polos, baik, dan tulus membuatnya jadi berubah. Dan aku menyadari,

aku masih sayang padanya.

Tapi aku lebih mengikuti kata hati kecilku. Aku memilih untuk tidak bersamanya lagi. Rasa sayang yang sekarang berkurang, tidak sebesar dulu. Mungkin gara-gara pernah putus dulu dengannya, membuat rasa sayang itu berangsur-angsur surut. Dan akhirnya.. aku memilih untuk tidak melukai hatinya. Aku tidak mau melukai perasaan orang lain, kalau saja aku menerima ajakan balikannya. Aku takut, aku bakal acuh tak acuh padanya. Aku takut jika melukai hati orang yang sudah memberikan banyak kasih sayang dan perhatian padaku. Aku memilih untuk tidak melukainya. Walaupun memang iya, keputusanku ini juga melukai hatinya. Membuatnya patah hati. Tapi ini jauh lebih baik daripada aku melukai hatinya secara perlahan-lahan. Ya, semoga saja dia mengerti.

Advertisements